Sabtu, 06 Februari 2016

12 Macam Kuliner Khas Aceh yang Wajib Dicoba

Mampir ke Aceh, Jangan Lupa Coba Kuliner Khasnya. Setiap daerah pasti memiliki keanekaragaman tersendiri soal kuliner. Kota yang mendapat julukan Serambi Mekah ini ternyata juga kaya akan kuliner khas yang wajib anda coba. Maka tidak heran kalau kita berkunjung ke Aceh akan didapatkan panganan khas Aceh. Selain itu, Aceh juga dikenal sebagai propinsi dengan ketaatan Islam paling tinggi.

Apa saja makanan tradisional khas Aceh tersebut, yuk kita simak.

1. Mie Aceh
Mie Aceh, satu jenis kuliner yang menggoda dari Aceh, dapat dicicipi dengan dua cara, yakni di goreng ataudirebus alias menggunakan kuah. Sebagai variasi bisa meggunakan kepiting, daging atau seafood. Variasi inilah yang nanti menentukan nama mienya. Saat ini Mie Aceh sudah banyak ditemukan dipenjuru Indonesia, namun tak sama rasanya jika datang langsung ke Aceh.12 Macam Kuliner Khas Aceh yang Wajib Dicoba


2. Sate Matang
12 Macam Kuliner Khas Aceh yang Wajib Dicoba
Nama sate ini serasa bergelora diseluruh Aceh. Di mana ada masyarakat Aceh bermukim di kota-kota besar di Indonesia pasti ada gerobak yang bertulis sate “sate matang”. Dinamakan sate matang karena asalnya dari daerah Matang, Bireuen. Yang membuat special sate ini karena makannya dengan kuah soto.

3. Kuah Pliek U
12 Macam Kuliner Khas Aceh yang Wajib Dicoba
Kuah Pliek 'U merupakan makanan khas Aceh yang melambangkan keanekaragaman dan kekerabatan masrarakat Aceh. Kuah Pliek U biasanya disajikan satu kuali berbagai macam rasa. Makanan ini sangat populer di Aceh karena rasanya yang unik dan digemari oleh seluruh masayarakat, bahkan turis asig yang sinnggah di sana. Beragam sayuran dapat ditemukan di Kuah Pliek U ini, sehingga berasa memakan semua jenias sayuran yang ditanam di Aceh. Masakan ini sangat mudah didapatkan, hampir setiap rumah makan di Aceh pasti menyediakan Kuah Pliek 'U.

4. Kuah Masam Keu-eung
12 Macam Kuliner Khas Aceh yang Wajib Dicoba

Kuah Masam Keu-eung atau masakan Asam Pedas adalah masakan yang ada hampir diseluruh Indonesia, bahkan Asia Tenggara dengan nama bermacam-macam. Di Aceh Masakan ini bernama Asam Keueung atau Masam Keueung yang arti secara harfiah adalah Masam Pedas.

5. Kuah Sie Itek
12 Macam Kuliner Khas Aceh yang Wajib Dicoba

Masakan khas Aceh ini memakai itik tau bebek sebagai bahan utamanya. Dimasak dengan resep khas Aceh makanan ini jadi salah satu kuliner paling terkenal di nusantara.

6. Ayam Tangkap

12 Macam Kuliner Khas Aceh yang Wajib Dicoba

Ayam tangkap merupakan makanan khas Aceh Besar, terbuat dari ayam yang di goreng dengan cabe hijau dan daun Teumuru atau Salam Koja atau Daun Kari (orang Aceh menyebutnya Teumuru sementara 2 nama lainnya saya dapat dari. Rasanya memang seperti ayam goreng biasa ditambahi aroma daun teumuru dan cabai hijau sehingga mempunyai sensasi rasa tersendiri. Ayamnya dipotong kecil-kecil sehingga tersembunyi dibalik tumpukan daun teumuru dan cabai hijau goreng serta taburan bawang goreng di atasnya, mungkin karena tersembunyi itulah maka dinamakan ayam tangkap
.
7. Rujak Aceh

Berbeda dengan rujak yang biasa kita makan, rujak Aceh ini memiliki ciri khas tersendiri yang membuat rasanya berbeda dari rujak pada umumnya. Yang membuat rujak Aceh berbeda adalah buah yang dipakai. Rujak Aceh menggunakan buah rumbia khas Aceh. Buah yang daunnya digunakan untuk membuat atap rumah ini diserut bersama buah-buahan lainnya.

12 Macam Kuliner Khas Aceh yang Wajib Dicoba

Rujak Aceh sudah menjadi makanan tradisional di daerah ini sejak lama. Makanan ini nikmat dimakan dalam keadaan dingin atau dicampur dengan es serut dengan siraman saus rujak dan dinikmati di siang hari yang terik. tertarik bukan?

8. Martabak Aceh

12 Macam Kuliner Khas Aceh yang Wajib Dicoba

Martabak ini berbeda dengan martabak lain yang biasa kita temui. Martabak ini berbahan dasar roti cane sebagai kulitnya. Rasanya yang gurih dan sedikit pedas, martabak aceh ini sangat cocok untuk disantap sebagai cemilan apalagi sambil dinikmati dengan Coffee.

9. Ungkot Kemamah

12 Macam Kuliner Khas Aceh yang Wajib Dicoba

Ungkot Kemamah merupakan masakan khas Aceh lainnya dengan dengan bahan utamanya menggunakan ikan tuna yang telah direbus dan dikeringkan yang kemudian diiris-iris. Ikan kemamah dapat dimasak dengan menggunakan berbagai bahan masakan, seperti santan kelapa, kentang, cabai hijau dan bahan rempahan lainnya. Selama perang Aceh melawan Belanda di hutan belantara, jenis masakan ini sangat terkenal karena sangat mudah dibawa dan dimasak.

10. Kue Adee



Kue tradisional sejenis bingkang manis ini, hanya bisa ditemui di Aceh, khususnya di kawasan kabupaten Pidie Jaya. Adee merupakan jenis kue bertekstur lembut, legit, dan manisnya berasal dari gula asli. Sepintas kue ini mirip dengan bingkang. Adee bisa menjadi paduan enak saat menyeruput segelas kopi atau teh. Juga bisa menjadi hidangan istimewa untuk menjamu tamu. Atau pun sebagai oleh-oleh untuk teman dan kerabat di luar kota.

11. Kue Timphan

12 Macam Kuliner Khas Aceh yang Wajib Dicoba

Kue Timphan merupakan kue khas Aceh yang dihidangan saat hari raya Idul fitri dan Idul Adha. Karena dibuat dihari penting saja, Kue Timphan menjadi menu hidangan utama untuk tamu yang berkunjung kerumah saat lebaran. Kue Timphan biasanya dibalut menggunakan daun pisang muda sebagai pembungkusnya. Rasa yang paling digemari dari kue basah ini adalah rasa srikaya.

12. Kopi Aceh

Sebagai pecinta kopi, belum lengkap rasanya kalau belum mencoba Kopi Aceh. Aceh dari dulu memang terkenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia, dengan cita rasanya yang khas dan aroma yang kuat, seperti Kopi Aceh Gayo.

12 Macam Kuliner Khas Aceh yang Wajib Dicoba

Disajikan dengan cara berbeda, Kopi Aceh selalu mendapat tempat di hati para pecandu kopi. Dipercaya bahwa kandungan antitoksin pada Kopi Aceh menambah stamina tubuh dan dapat mengencangkan kulit.

Di atas merupakan 13 macam kuliner khas Aceh yang wajib kamu coba saat berkunjung kesana. Tak kalah menarik kan dari tempat-tempat wisatanya. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share ya.  

Sumber : Bersatulah.com

Makanan Khas Padang Sumatera Barat

Masakan Khas Padang  - Masakan khas Sumatera Barat adalah jenis kuliner yang banyak digemari di seluruh Indonesia, sehingga banyak tersebar restoran masakan Padang di berbagai penjuru Indonesia. Restoran Padang adalah salah satu jenis restoran yang bisa ditemui di hampir seluruh kota di Indonesia. Warung makan jenis ini sangat digemari karena menyajikan berbagai menu yang tidak hanya khas, namun juga memiliki rasa yang luar biasa lezat.

Beberapa Masakan Terlezat Khas Padang

Ikan Balado

Balado merupakan salah satu sambal dari Sumatera Barat atau di daerah Minang. Setiap restoran Padang memiliki resep balado khasnya sendiri. Bahan dasar dari sambal ini adalah bawang merah, cabe, tomat, air jeruk nipis, garam, dan gula. Tak hanya di Indonesia, masakan ini juga sangat digemari oleh masyarakat negeri tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura. 
Gambar : tilulas.com
Biasanya, sambal balado tersebut dicampur dengan ikan goreng serta sayuran rebus. Ikan yang dicampur dengan balado yang memiliki rasa pedas-manis yang tajam terasa lebih spesial di lidah dan mampu membangkitkan selera makan.

Sate Padang


Sate Padang adalah sate yang dibuat dengan berbagai resep khusus dari Padang, Sumatera Barat. Masakan ini dibuat dari daging sapi yang dipotong dadu kecil dengan saus pedas di atasnya. Karakteristik utamanya adalah saus kuning yang terbuat dari tepung beras dicampur dengan kaldu jeroan pedas, kunyit, jahe, bawang putih, ketumbar, lengkuas akar, jinten, bubuk kari, dan garam. Di Medan, Sate Padang tidak hanya menggunakan daging sapi tetapi juga daging ayam dan kambing. Makanan yang lezat ini memiliki kandungan kolesterol yang tinggi sehingga tidak baik jika disantap terlalu sering. Sate Padang paling nikmat disantap bersama sepiring nasi putih dan segelas es teh dingin.

Gulai Itiak

Gulai itiak adalah makanan khas dari daerah Koto Gadang, Bukittinggi. Gulai Itiak adalah daging bebek yang diiris tipis-tipis, dimasak bersama dengan berbagai bumbu dan rempah-rempah seperti cabe kriting hijau, laos, kunyit, dan jahe, serta daun jeruk nipis. Itik yang digunakan adalah yang masih muda dan setelah dipotong dibakar.  Masakan ini terasa pedas, dan memiliki warna kehijauan ketika disajikan. 

Karupuak Sanjai

Karupuak atau Kerupuk Sanjai adalah camilan ringan yang sangat cocok untuk mendampingi berbagai menu utama masakan khas Padang yang dikenal memiliki rasa yang sangat berat. Kerupuk ini seolah menjadi penyeimbang cita rasa sekaligus pembangkit selera yang cocok disantap kapan saja.
Karupuak Sanjai terbuat dari singkong yang diparut, dibentuk adonan, lalu digoreng. Bumbu dari kerupuk ini sebenarnya cukup sederhana, hanya berupa garam secukupnya. Meskipun demikian, bumbu yang sederhana ini mampu menyajikan cita rasa yang menggiurkan.

Teh Talua

Teh Talua adalah salah satu menu yang wajib yang harus ada di restoran Padang. Teh ini cukup unik karena penggunaan kuning telur yang dicampurkan saat proses penyajiannya. Telur ayam atau bebek dapat dipilih untuk dicampurkan ke dalam Teh Talua. Bahan-bahan lain selain teh dan kuning telur juga ditambahkan, antara lain adalah gula dan jeruk nipis

Gulai Paku

Gulai paku juga dikenal dengan nama gulai pakis. Gulai paku adalah hidangan klasik Indonesia yang lezat dan memiliki cita rasa yang unik. Bahan makanan khas Padang ini adalah daun pakis yang dimasak dalam saus kelapa yang dibumbui dengan cabai, lengkuas, dan jahe. Biasanya, Gulai Paku disajikan bersama ketupat dan disajikan untuk menyambut Hari Raya.

Kalio Dagiang

Kalio Dagiang adalah sebuah gulai yang terbuat dari daging sapi. Dimasak bersama dengan berbagai rempah-rempah dan cabai, daging direbus dalam waktu yang cukup lama sehingga memiliki tekstur yang sangat lembut dan sudah menyerap rasa dan aroma dari berbagai bumbu. Sekali gigit, kamu pasti akan terhipnotis oleh kelezatannya.

Dendeng Balado

Dendeng adalah irisan tipis daging kering yang sering digunakan sebagai bahan utama dalam masakan Indonesia. Dendeng Balado bahan utamanya adalah daging sapi yang diiris tipis dan dikeringkan.  Lalu digoreng dan diberi cabai merah atau lado merah. Bahan lainnya adalah bawang merah, bawang putih dan bumbu lainnya. Dendeng awalnya ditemukan oleh masyarakat Minangkabau. Masyarakat Minangkabau membuat masakan dari daging sapi dan membuatnya kering sehingga dapat dimakan selama berhari-hari dan dibawa pergi saat melakukan perjalanan. 

Dendeng Batokok

Dendeng batokok sama dengan dendeng balado, bahan utama adalah daging sapi yang diiris tipis dan digoreng. Tetapi cabainya adalah cabai hijau (lado hijau) yang digiling kasar. Daging digoreng dan dipukul-pukul pakai cobek, sehingga dagingnya lebih lembut dan rasanya nikmat.

Soto Padang

Soto Padang terbuat dari irisan daging sapi. Daging sapi yang dipergunakan tidak sembarangan, melainkan hanya bagian khas dalam saja, sehingga memiliki tingkat kekenyalan yang pas namun tetap terasa empuk. Masakan ini cocok dijadikan sebagai hidangan pembuka atau sebagai menu utama.

Randang atau rendang

Randang adalah masakan tradisional khas Minang Sumatera Barat. Randang merupakan masakan favorite hampir setiap orang yang datang ke rumah makan Padang. Rendang terbuat dari daging sapi yang dimasak bersama kuah santan dan bumbu-bumbu khas Padang lainnya. Bahan-bahan utamanya adalah daging sapi (dagiang sapi), air parutan kelapa (aia karambia), cabai (merah lado merah) dan bumbu-bumbu pemasak lainnya (langkok-langkok tidak menggunakan kunyit agar tekstur daging tidak rusak). Sekarang rendang bukan saja dari daging sapi, tetapi dari daging ayam, telur dan buah nangka muda pun sering dibuat rendang oleh masyarakat Minang Sumatera Barat. Menyantap masakan ini ditemani dengan sepiring nasi hangat dan segelas es teh adalah salah satu hal paling nikmat yang bisa dirasakan di Indonesia.

Gulai Toco

Bahan utamanya adalah kacang buncis, kadang dicampur tempe dan daging yang dipotong kecil-kecil serta cabai hijau yang diiris-iris mengikuti bentuk irisan kacang buncisdan di masak dengan air santan serta bumbu-bumbu lainnya. Masakan ini berkuah dan berwarna putih kehijauan. 

Gulai Banak atau Gulai Otak

Gulai banak atau gulai otak merupakan masakan Padang berkuah santan. Bahan utama adalah otak sapi yang dipotong-potong kecil-kecil.

Cancang

Masakan Padang dengan bahan utama adalah daging dipotong kecil-kecil (kadang ukuran besar). Pakai santan dan cabai merah giling. Rasanya cukup pedas dan aromanya sangat khas. Biasanya daging yang digunakan adalah daging kambing. 
Sebenarnya, masih banyak kuliner khas Padang yang tidak kalah lezatnya dengan masakan-masakan di atas. Masakan Padang terkenal dengan citara sanya yang gurih dan juga pedas yang nikmatnya sampai ke hati.
 
Sumber: caramakan.com

5 Tempat Wisata Populer di Kepulauan Riau


Dengan luas perairan yang luas kepulauan riau dianugerahi tempat wisata indah yang bisa anda kunjungi suatu saat nanti, namun jika anda sudah memiliki rencana ke kepulauan riau tapi bingung dengan objek wisata di kepulauan riau jangan khawatir, kami akan mengulas objek wisata di kepri di bawah ini. 5 Tempat Wisata Favorit di KEPRI:
1. Pulau Penyengat
Objek wisata yang pertama yang cukup populer di indonesia adalah pulau penyengat, pulau penyengat adalah salah satu objek wisata yang ada di kepri yang memiliki keindahan yang sangat menakjubkan. Seperti masjid sultan riau yang dibuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan dan lain lain.
Pokoknya pulau penyengat akan menjadi tempat wisata yang tak terlupakan bagi anda yang mengunjunginya.
2. Gunung Bintan
Objek wisata yang kedua adalah gunung atau bukit bintan, sebab bukit yang tinggi sering dikatakan gunung leh masyarakat setempat, di gunung bintan ini kita bisa mendaki puncaknya dengan memakan waktu lebih kurang 3 jam.
Setelah sampai dipuncak gunung/bukit ini kita akan bisa menyaksikan keindahan pulau bintan yang sangat luas, kepulauan riau memang fenomenal.
3. Pulau Abang
Pulau abang adalah salah satu objek wisata yang saat ini diprioritaskan oleh pemerintah kota batam, dengan visinya “Visit Batam 2020”. Daya tarik tempat wisata pulau abang ini adalah terumbu karang dan berbagai flora dan faunanya.
Konon pulau abang di kepri ini adalah bunaken nya sumatera, sebab pulau ini memiliki keindahan bawah laut yang mirip dengan bunaken, dengan kekayaan flora dan faunanya.
4. Pantai Lagoi
Pantai lagoi adalah salah satu destinasi wisata favorit di kepri, pantai lagoi ini juga dikenal sebagai pantai yang mirip dengan pantai kuta bali, selain memiliki keindahan pantai, pantai lagoi memiliki hamparan pasir putih yang luas yang membuat pantai ini semakin sempurna.
Oleh sebab itu jangan heran jika pantai lagoi dipenuhi oleh wisatawan asing dari mancanegara, sebab selain memiliki keindahan alam letaknya yang strategis (berdekatan dengan singapura) juga mempengaruhi banyaknya turis di pantai lagoi.
5. Pantai Trikora
Kemudian objek wisata selanjutnya yang ada di kepulauan riau adalah pantai trikora, pantai trikora berada di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, yang berjarak sekitar 45 kilometer arah timur Kota Tanjung pinang.
Di pinggiran pantai ini ditumbuhi pepohonan yang berjajar rapi dengan hamparan pasir putih yang kian menambah kesan mewah di pantai trikora ini, selanjutnya di pantai trikora anda bisa berenang, snorkeling, dll.
Nah itulah sekilas mengenai objek wisata populer di kepulauan riau, sebanarnya masih banyak objek wisata indah di lainnya di kepulauan riau, mungkin lain waktu akan kami bahas lagi, untuk saat ini kami rasa cukup sampai disini, semoga saja artikel ini ada manfaatnya bagi kita semua.

sumber :masselaazzira.wordpress.com

Pelaruga, Si Sungai Abadi


Pelaruga. Hmm.. Akhirnya saya menuliskan tentang tempat yang pasti akan saya kunjungi ketika saya melancong ke Sumatera Utara lagi. Serius. Bagi saya sehari disana tidak akan pernah cukup. Saya ingin berlama-lama disana.
Saya pergi ke sungai abadi ini sendirian, karena semua rekan saya bekerja. Pergi sendirian adalah keputusan terbaik yang saya ambil saat itu. Kalau tidak, saya tidak akan pernah mencelupkan badan saya ke tempat itu.
Jadi Pelaruga itu adalah tempat wisata berupa sungai. Ia juga sering  disebut dengan sungai abadi. Ekspektasi pertama kalau ingat sungai ya luas, air coklat karena sendimentasi, dalam, dan sebagainya. Namun sebenarnya si Pelaruga lebih cocok dengan kata kali sih. Karena dia ga luas. Airnya juga jernih. Dangkal juga. Dan sebagainya.
Posisinya nggak jauh dari kota Binjai. Saya naik motor dari kota Medan hanya memakan waktu sekitar satu setengah sampai dua jam untuk bisa sampai ke pos atau parkiran kendaraan.
Gambar 1. Tugu Kota Binjai (Abaikan Foto Haji Saleh Bangun)
Di tempat wisata Pelaruga juga harus pakai ranger. Biayanya juga 30 ribu per-orang yang di guidenya. Jadi harganya bukan harga per-rombongan. Berapa pun orangnya tetap di guide. Walaupun seorang diri seperti saya saat itu. Biaya ini sudah include dengan ongkos parkir, sewa perlengkapan keselamatan, dan jasa membawa barang bawaan kita selama di kali biar tidak basah. Ya worth it lah.
Biasa, untuk melihat tempat yang indah layaknya  Kawah Putih Tinggi Raja, saya harus trekking dulu sekitar 15-20 menit. Jalananya naik turun, tapi sudah setapak jadi jalannya bisa santai. Meski ngos-ngosan. Tanda kalau kamu sudah sampai ke Pelaruga, adalah waktu kamu mendengar suara derusan air. Yaiyalah. Haha.
Gambar 2. Spot Pertama, Hampir Dekat ke Hulu. Itu Lumayan Dalam Loh, Karena Jernih Malah Terlihat Dangkal
Gambar 3. Tuh kan Lumayan Dalam...

Jadi saya di bawa ke bagian yang hampir sampai ke Hulu sungai. Makanya airnya sangat bening dan jernih sekali. Konon airnya berasal dari sumber mata air. Ketika saya minum juga segar banget air nya. Malah jadi ketagihan minum jadinya hehe.
Setelah tampak puas bermain di spot ini, abang ranger pun ngajak saya menuju ke Air Terjun Teroh Teroh. Katanya sih ada sekitar satu kilometer dari tempat ini. Bagian ini lah yang menurut saya yang paling asik, karena sejauh satu kilometer itu kita akan BODY RAFTING!
Ya, badan besar saya ini dihanyut-hanyut manja-kan dengan aliran air Pelaruga. Beberapa tempat juga ada yang kita harus loncat. That was the best experience I have. Rasanya kaya lagi hanyut di sungai-sungaian waterboom di Bali. Tapi ini hutan beneran, dan airnya itu jernih banget. Di beberapa tempat, ada air yang keluar dari akar pohon dan dinding batu. Benar-benar pemandangan luar biasa banget.
Selama body rafting, barang bawaan kita dijaga oleh sang ranger. Abang-abang ranger udah nyiapin plastik biar nggak basah. Kamera dan HP saya waktu itu disimpan, makanya nggak ada dokumentasinya. Tapi positifnya, saya jadi benar-benar menikmati saat itu. Huhu
Gambar 4. Ini Waktu di Tengah Jalan Mau ke Teroh Teroh
Akhirnya sampai di Air Terjun Teroh Teroh. Air terjun yang airnya juga berasal dari hulu tadi. Tetap jernih dan "abadi" Tingginya sekitar tiga meter. Dan ditengah ada pohon tumbang yang bisa di naiki. Yakin deh, kalau sudah disini bakalan betah berlama-lama. Saya saja waktu di ajak pulang sama sang ranger malah nggak mau. Haha


Gambar 5. Air Terjun Teroh Teroh


Sekian dulu cerita di Pelaruga. Sedikit lagi jurnal saya ketika di Sumatera Utara akan rampung. Semoga bisa selesai ya.
Selamat Berkelana, Semoga Kita Bersua.

sumber : andrizainal.com

Minggu, 24 Januari 2016

Pantai Cermin Theme Park: Rekreasi di Pesisir Timur Sumatera


Jika Anda memutuskan untuk berekreasi dan menghabiskan waktu libur Anda bersama keluarga di Sumatera Utara, Pantai Cermin dapat menjadi tempat yang tepat dan mengasyikkan. Berada di pesisir timur Sumatera dan langsung berhadapan dengan Selat Malaka, Pantai Cermin merupakan kawasan wisata yang cukup populer dan ramai dikunjungi wisatawan.
Pantai Cermin merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. Letaknya 45 km dari Medan arah Pematang Siantar. Perjalanan dari kota Medan menuju kawasan Pantai Cermin dapat ditempuh dengan berkendara roda empat dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Akses dan kondisi jalan menuju kawasan ini cukup baik dan sudah beraspal sehingga mudah dan nyaman untuk dilalui. Dalam perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan berupa areal perkebunan kelapa sawit dan kakao di sebelah kiri dan kanan jalan yang menyejukkan mata.
Apa yang menarik dari Pantai Cermin? Sebagai kawasan wisata yang cukup berkembang, Pantai cermin memiliki beberapa objek wisata yang dikelola secara baik dan profesional. Hal positif ini membawa dampak yang baik juga bagi perkembangan pariwisata di Sumatera Utara. Setiap hari, kawasan wisata ini dikunjungi tidak hanya oleh wisatawan domestik, namun juga wisatawan mancanegara.
Di Pantai Cermin ini, setidaknya ada 5 objek wisata yang memiliki keunikan dan daya tarik masing-masing yang berbeda satu dengan yang lainnya, dan tentu saja dikelola dengan sistem yang baik. Salah satu yang menjadi kebanggaan dan primadona kawasan wisata Pantai Cermin adalah Water Theme Park yang dibangun dengan memadukan objek wisata alam dan wisata rekreasi buatan. Objek wisata ini menjadi satu-satunya objek wisata rekreasi terbesar di luar Pulau Jawa.
Berikut ini merupakan fasilitas wisata yang ditawarkan di Pantai Cermin yang dapat dinikmati bersama dengan keluarga:
1. Watersport
Jika Anda menyukai tantangan dan mencari kegiatan yang dapat memacu adrenalin, cobalah kegiatan olahraga air yang disediakan di kawasan wisata ini, seperti jet ski, banana boat, speed boat, dan juga fishing boat.
2. Mini Zoo
Di Mini Zoo ini, Anda dapat mengajak serta keluarga, terutama anak-anak untuk berwisata edukasi dengan mngenal dunia hewan. Kebun binatang mini ini memiliki beberapa koleksi hewan local nan eksotik seperti siamang, rusa, walabi, kangguru, serta koleksi hewan menarik lainnya.
3. Slide and Pool
Ada lagi wahana mengasyikkan di Pantai Cermin Theme Park yang selalu menjadi favorit banyak pengunjung. Cobalah wahana seluncuran air, kolam berombak (lazy pool), dan kolam renang.
4. Water Castle
Dunia anak yang menyenangkan akan tambah semarak dengan bermain di wahana water castle atau istana air. Ada banyak kegiatan yang dapat membuat pengalaman tak terlupakan bagi anak-anak seperti seluncuran air di dalam kolam yang terletak di pinggir pantai. Pemandangan laut lepas merupakan sensai yang unik yang membedakan water theme park ini dengan tempat wisata serupa di daerah lainnya. Permainan yang terdapat di tempat ini membuat anak-anak betah dan ingin berlama-lama di Pantai Cermin.
5. Pet Shop
Jika pengunjung berniat membeli hewan peliharaan yang lucu dan menarik, tersedia toko hewan yang menjual hewan-hewan seperti hamster, iguana, kura-kura dan berbagai jenis hewan kecil lainnya.
6. Restoran dan Penginapan
Sebagai kawasan wisata yang memiliki fasilitas lengkap, terdapat pula restoran  yang menyuguhkan berbagai macam kuliner nusantara maupun mancanegara, makanan laut, dan juga makanan ringan. Untuk menghabiskan waktu lebih lama lagi di Pantai Cermin, terdapat pula berbagai penginapan yang juga menawarkan keindahan panorama alam Pantai Cermin.
7. Horse Riding
Jangan melewatkan hembusan angin pantai dan hangatnya sinar mentari sambil menunggang kuda atau naik sado di tepi pantai. Hal ini akan menjadi pengalaman jalan-jalan yang unik dan berbeda.
8. Bird Park
Pantai Cermin menawarkan pilihan utama bagi para penggemar maupun bagi mereka yang ingin menambah wawasan mengenai ungags di sela rekreasi yang mengasyikkan. Di tempat ini, pengunjung bisa melihat koleksi berbagai macam unggas seperti Golden Pheasant, Sulphur-crasted Cockatoo, African Grey Parrot, Crown Pigeon, dan lainnya.
Di kawasan Pantai Cermin ini juga didukung oleh fasilitas lainnya yang memanjakan dan membuat nyaman wisatawan yang datang untuk berekreasi. Fasilitas pendukung tersebut antara lain camping area, pondok-pondok santai, kios-kios cenderamata, areal parker, dan panggung hiburan yang bisa diakses oleh seluruh pengunjung. Penataan taman di kawasan ini pun memberi kesan sejuk dan asri. Hamparan pasir putih Pantai Cermin menjadi keindahan alami yang dapat dinikmati. Uniknya lagi, para pengunjung bisa rekreasi sekaligus melihat dari dekat kegiatan para nelayan.
Selamat berlibur!
Hotel di sekitar Medan: Grand Sakura Hotel, Alpha Inn
Peta Lokasi Pantai Cermin
sumber : medan.pariwisata.id

Keindahan Pulau samosir di tuk tuk Danau Toba

Menikmati Keunikan Tuktuk – Pulau Samosir


USAI berwisata ke Air Terjun Sipiso-Piso, perjalanan kami lanjutkan ke Danau Toba lewat Tongging. Kaki ini rasanya sudah gatal pengen cepat2 nyampe di danau Toba dan pengen nyeburrrrr ke air danau. Apalagi dari ketinggian si Piso-Piso, kami sudah melihat indahnya pemandangan Danau yang dulunya adalah Gunung Toba. Mobil kami laju dengan kecepatan ‘nyantai’. Maklum, kami tidak mau melewatkan momen demi momen pemandangan indah. Tangan gue tidak pernah berhenti mengabadikan pemandangan itu lewat kamera digital Lumix DMC LX3.
Nggak nyampe 30 menit mobil sudah nyampe aja di Desa Tongging. Adem banget! Danau-nya tenang, penduduknya juga tenang. Di pinggir danau gue melihat beberapa warga sedang sibuk mengambil ikan Pora-Pora (pake jala). Konon katanya ikan Pora-Pora hanya berada di Danau Toba. Di Danau atau sungai lain tidak ada. Maka dengan penasaran yang membuncah, gue pun turun ke danau untuk melihat dan menangkap ikan Pora2 yang sangat lincah banget gerakannya.
Ikan Pora2 ukurannya kecil. Ya, mirip kayak anak ikan mujair gitu deh. Kalo menurut candaan warga setempat, ikan Pora2 adalah ikan KUTUKAN! Karena ukurannya nggak bisa besar. Hanya segitu2 saja sampai tua-nya. Ikan Pora2 juga sering dijadikan menu makanan. Ikannya bisa digoreng, di sambal, di arsik juga mantap. (sangkin penasaran, waktu makan di rumah makan, gue langsung pesan ikan Pora2 untuk mencicipin kelezatannya. Ternyata rasanya mirip kayak ikan teri Sibolga)
Puas bermain2 dengan ikan Pora2, perjalanan kami lanjutkan ke Tuktuk-Pulau Samosir. Gue pikir, tadi kami sudah nyampe di Danau Toba, berarti perjalanan berhenti sampai disitu saja. Eh, ternyata perjalanan masih sangat panjang dan melalui jalanan yang terjal dan berliku2. Desa Tongging yang kami singgahi hanyalah ujung dari bagian Danau Toba. Sementara Tuktuk atau Pulau Samosir masih jauh lagi. Letaknya juga di tengah Danau Toba..
Alamaaaakkkkk….!!!!
Mobil dilaju dengan kecepatan ‘nyantai lagi’. Kali ini bukan karena pengen mengabadikan pemandangan. Melainkan karena di kanan kiri jalan sangat membahayakan. Sebelah kiri jurang yang di bawahnya Danau Toba. Sedangkan di sebelah sisi kanan adalah tebing-tebing bebatuan yang rawan longsor. Kebayang saja kalau perjalanan yang kami tempuh disaat musim hujan. Selain jalanan licin, juga khawatir kalau bebatuan longsor dari atas tebing lalu menimpa mobil kami…oh, noooo..!!! (and thanks God semua berjalan lancarrrrr..!!)
Kami melintasi beberapa desa yang sejujurnya sulit gue hafal satu persatu. Yang pasti perjalanan kami tempuh dengan penuh kebingungan. Maklum, disepanjang mata memadang kami banyak menemukan kuburan-kuburan dengan bangunan yang menjulang tinggi. Konon kata si supir(org Batak), monumen kuburan  yang dibangun dengan megahnya melambangkan sebuah ‘kredibilitas’ pemilik kuburan. Bahkan banyak warga yang rela membangun kuburan dengan megahnya demi menghormati leluhur (orangtua) mereka yang meninggal. Meski kehidupan dan juga rumah mereka terlihat begitu memprihatinkan. Tapi mereka rela membangun kuburan megah untuk sebuah penghormatan pada orangtua yang meninggal…. Begitulah tradisi!
Setelah menempuh perjalanan sekitar 5 jam, akhirnya kami pun nyampe di Tuktuk, Pulau Samosir. Hari sudah gelap, karena jarum jam menunjukkan pukul 21.00 WIB. Kami langsung mencari penginapan (cottage) disekitar Tuktuk. Berhubung karena malam hari, kami tidak bisa melihat keindahan pemandangan lagi. Semua terlihat gelap dan menyeramkan….dibenak kami masih terbayang deretan kuburan-kuburan yang kami lewati sebelumnya. Ditambah lagi gue bisa melihat mahluk-mahluk di dunia lain….Argghh!!!!!
Perut lapar, kami cari makanan di kafe-kafe yang ada didekat hotel. Ya, kalo di Bali, kafe-kafe kecil tersebut banyak ditemukan dikawasan Poppies di Bali. Kami langsung pesan makanan yang panas dan pedas. Tapi sayang yang tersedia hanya INDOMIE REBUS dan SOTO AYAM saja! Minumnya teh manis panas dan beberapa minuman jus abal-abal (rasanya nggak nendang!)
Kalo dilihat dari jenis makanan yang kami makan, tentu harganya tidak akan melambung tinggi mahalnya. Tapi dasar orang daerah yg suka memanfaatin tamu yang datang, mereka langsung memasang tarif makanan yang cukup mahal. (sekitar 70 ribu saja!) meski, ngedumel, kami langsung bayar dan kembali ke Hotel langsung tidur!
Tuktuk atau Danau Toba dulu terkenal dengan udara yang cukup dingin. Tapi kemaren,  udara dingin itu sudah tidak terasa lagi. Malah gue kegerahan. Wajar kalau akhirnya gue membuka baju saat tidur….maaf kurang adem sih..!!!
Wes ewes ewes..Bamblas angine kemane….!!!!!
KEESOKAN PAGI HARINYA…
Kami langsung menuju resto untuk breakfast. Mohon maaf nih, breakfast-nya nggak layak direkomendasikan. Cuma nasi goreng, nasi putih dan soto. Standart bangetttttt…!!! rasanya juga nggak jelas! Hambar! Kayaknya lebih nendang masakan gue deh!. Nggak apa-apa deh, yang penting mengganjal perut dulu…. trus, kami lanjutkan jalan2 disekitar cottage yang bujubuneeee…indah banget! Kami terkagum-kagum dengan keindahannya. Suasana sangat tenang dan tidak ada gangguan kalo mau bersemedi, mau relax dan mau menenangkan diri. pemandangan disekitar cottage begitu memukau (foto2 sudah saya posting di facebook).
Tapi, bagi gue yang memiliki jiwa petualangan, tempat adem dan tenang seperti ini hanya bisa gue tempati nggak lebih dari 2 hari. Kalo lebih dua hari mungkin gue sudah mati gaya dan bisa Amnesia . maklum, berada di kawasan sepi seperti ini,nggak ada kafe dan tempat2 yang layak dikunjungi lagi membuat otak gue bisa mandeg untuk berkarya.
Puas memoto keindahan Tuktuk, kami lanjut ke kawasan lain. Ke kawasan menjual souvenir dan ada beberapa makam LELUHUR yang katanya sangat bersejarah dan kramat (bukan kramat Jati ato Kramat raya  ya…) ada juga aktraksi patung menari yang disebut SI GALE-GALE… ya, kayak patung orang jawa yang kepalanya goyang-goyang gitu. Tapi kalo patung si Gale-Gale patung yang tangannya menari2 (manortor-istilah Bataknya). Trus kalo kita mau menari bareng si patung juga boleh. Asal, usai nari kita ngasih uang sekedarnya sebagai wujud partisipasi… hmm… seru juga.
Hanya saja, sebelum masuk ke kawasan tersebut, gue sempat kesal sama seorang bapak yang ngaku2 sebagai GUIDE. Dengan senyum SOK RAMAH menyamperin kami, minta menjadi guide ke kawasan jual souvenir dan patung si Gale-gale. Dengan logat Batak sekental susuk cap ENAK! Si bapak bilang begini…
“mau di pandu nggak? Biayanya 50 ribu saja…”
Karena dulu (duluuuuuuu banget..waktu masih SMA ato SMP gue juga lupa), gue pernah ke Tuktuk dan ternyata daya ingat gue masih tajam setajam SILET!. Gue pikir, ngapain pake pemandu wong jaraknya Cuma satu pengkolan doang… buang2 uang saja 5o ribu ngasih ke si bapak itu..
Eh, bener saja.. nggak nyampe pada langkah ke 100, kami sudah nyampe ke kawasan jual SOUVENIR. Anehnya kawasan ini dari taon sebelum masehi sampe taon 2010 yang dijual itu dan itu saja. Nggak perubahan, perkebangan dan nggak ada inovasi baru. MONOTON!!!! Kreatif dong ITO..LAE….!!!!!
Karena yang dilihat nggak ada yang menarik (menurut gue ya…), akhirnya kami Cuma singgah sebentar, kemudian nyari tempat yang layak buat ngopi-ngopi sambil buka laptop. Pengennya sih update cerita perjalanan. Tapi apa daya, internetnya nggak connected!
Ada kisah seru juga sebelum meninggalkan TUKTUK.
Waktu mau ke warung kopi (catat! Warung kopi beneran bukan kafe), mobil kami parkir dengan manisnya. Tapi langsung dihadang opung (nenek) yang sedang asyik nyirih (makan sirih) dibawah pohon rindang. Gue kaget aja! Kirain si nenek patung orang2an. Eh nggak taunya masih punya nyawa. Dia bilang begini…(setelah diartikan dalam bahasa Indonesia..)
“ngapain mobil ditarok disitu?”
“Mau parkir inang…”
“ooo….”
Trus, nggak berapa lama kami pun masuk ke warung Kopi yang hanya bener2 jual KOPI saja. Tidak ada makanan lain yang dijual sebagai teman minum kopi. Parah banget bukan? Tidak kreatif!
Usai minum kopi, mobil yang kami parkir ditodong uang parkir sama si Opung! Dengan lantang dan mirip jagoan tahun 60-an (beda tipis dengan Leila Sari gitu deh gayanya) si Opung minta uang parkir sebesar rp.10.000.. busyettttt…!!! mengalahkan Grand Indonesia nih ongkos parkir..
Akhirnya supir kami ngotot pae bahasa Batak, yang artinya, si supir menanyakan surat parkir si opung. Dia nggak berkutik… edan…!!!! mental penduduk setempat perlu di reformasi deh!!!! Mental PREMAN semua..!!

Pukul 01:00 WIB
Kami meninggalkan TukTuk -Pulau Samosir, dengan naik Ferry menuju Parapat. Ya, penyeberangan dari Pulau samosir ke Parapat memakan waktu 45 menit. Nyampe Parapat, akmi langsung cari makan. Perut sudah kriuk-kriuk…lalu mobil kami laju meninggalkan DANAU TOBA menuju Pematang Sianta,Tebing Tinggi dan mendarat di Hotel JW.Marriot Medan…
Perjalanan yang cukup menarik bagi gue. Berada di Tuktuk dan Parapat membuat gue sadar, kalau masing-masing daerah yang gue kunjungi punya tradisi dan kebiasaan beda-beda. Kalau di Bali penduduknya sadar bahwa sumber mata pencarian mereka lebih dominan di dunia pariwisata, sehingga mereka selalu menghormati, melayani Turis yang datang ke Ranah mereka. bahkan mereka bisa membuat pengunjung betah berlama2 di Bali. Beda dengan kawasan Danau Toba, Pulau Samosir yang dimata gue masih bermental Preman! Belum menyadari kalau kawasan mereka adalah kawasan Wisata. Sehingga mereka sering memalak dan berlaku kasar terhadap tamu yang datang. Suka membuat harga yang dijual seenaknya tanpa kompromi. Sehingga pengunjung merasa selalu was-was jika sedang berada di tempat wisata itu…
HARUS ADA PERUBAHAN
Jika kawasan wisata itu ingin terus berkembang (tidak mati suri) dan semakin banyak dikunjungi para Turis. Bersikap ramah, sopan dan juga membuat harga yang masuk diakal agar informasi dari mulut ke mulut tentang keindahan dan keramahan penduduk setempat itu nyampe kemana-mana… jangan sampai ada kalimat yang berbunyi,” hati-hati kalau datang ke situ….suka memalak dan makanan suka buat harga asal-asalan..”
So, saatnya ada perubahan di kawasan indah itu..!! karena INDAH SAJA TIDAK CUKUP!!! JIKA TIDAK DIBARENGI DENGAN KERAMAHAN. KENYAMANAN DAN FEEL LIKE HOME jika sedang berada disitu….

Rabu, 23 Desember 2015

Danau toba yang menakjubkan akan keindahan alam nya




Danau Toba adalah sebuah danau yang terletak di Provinsi Sumatera Utara. Danau yang memiliki panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer merupakan danau terbesar di Indonesia. Di tengah Danau Toba terdapat Pulau Samosir yang cukup terkenal di Provinsi Sumatera Utara. Pulau Samosir sendiri merupakan sebuah pulau besar di Danau Toba dimana di Pulau Samosir terdiri dari enam kecamatan dari sembilan kecamatan yang terdapat di Kabupaten Samosir. Menurut cerita, Danau Toba  dahulu merupakan sebuah aliran sungai.  Namun, karena terjadi sebuah peristiwa yang luar biasa, aliran sungai tersebut berubah menjadi danau. Mau tau peristiwa luar biasa apakah yang terjadi di Danau Toba? Yuk, simak cerita berikut ini…

 

 


Danau Toba

Alkisah, di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Allah, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali.


Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.“Jangan takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. Petani itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan.

Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya kebahagiaan Petani dan istrinya bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa.Hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug.

Pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hey, bangun!, teriak petani itu.Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. “Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!,” umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya.Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama “Danau Toba”.

 

sumber : chantourwisata.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review